Amethyst adalah varietas kuarsa (SiO₂) berwarna ungu hingga violet. Warna khasnya disebabkan oleh kandungan besi dalam jumlah kecil dan paparan radiasi alami selama pembentukan kristal. Dengan kekerasan Mohs 7, amethyst cukup tahan lama untuk perhiasan sehari-hari namun tetap mudah dipotong dan dipoles. Sebagai varietas ungu dari kuarsa, amethyst telah dikagumi selama ribuan tahun karena keindahannya, ketahanannya, dan makna simbolisnya. Dari perhiasan kerajaan kuno hingga koleksi batu permata modern, amethyst tetap memegang tempat istimewa dalam gemologi dan budaya.

Warna Amethyst dan Kelangkaan
Amethyst adalah varietas ungu hingga ungu tua dari kuarsa, sebuah mineral yang tersebar luas di seluruh kerak bumi. Meskipun kuarsa sendiri sangat umum, amethyst yang benar-benar istimewa tidaklah demikian. Kualitas terbaik sering disebut dalam perdagangan sebagai “warna Siberia,” istilah yang digunakan untuk menggambarkan ungu gelap dan kaya yang mirip dengan anggur Concord, disertai dengan kilauan merah atau biru yang halus saat dilihat di bawah cahaya pijar. Kilauan sekunder ini merupakan indikator utama kualitas amethyst terbaik dan biasanya hanya terlihat pada batu dengan saturasi warna yang kuat. Bahan ungu yang lebih terang atau lemah jarang menampilkan efek ini, itulah mengapa amethyst dengan warna ungu gelap dan nuansa merah atau biru dianggap sangat langka dan diinginkan.

Sebagian besar amethyst yang tersedia di pasaran memiliki warna yang bervariasi, mulai dari ungu muda dan ungu terang hingga nuansa ungu kemerahan yang lembut. Jika dipotong dengan baik, bahkan amethyst dengan warna yang lebih terang pun dapat sangat menarik, seringkali menampilkan kilauan dan kecerahan yang luar biasa berkat transparansi batu tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Brasil telah menghasilkan amethyst berwarna lavender-pink yang menonjol, yang kadang-kadang mirip dengan kunzite atau morganite berkualitas tinggi dalam penampilannya. Warna ini pernah terlihat puluhan tahun yang lalu tetapi menghilang dari pasar selama bertahun-tahun, sehingga kemunculannya kembali menjadi hal yang menarik bagi para pemotong dan kolektor. Meskipun kesamaan yang persis masih langka, bahan serupa terus muncul dan dihargai karena estetika uniknya.
Dari mana Amethyst berasal?
Istilah “Siberia” merujuk pada standar warna rather than lokasi penambangan modern. Meskipun namanya, amethyst berkualitas tinggi dari Siberia jarang ditemukan saat ini. Secara historis, salah satu sumber amethyst berkualitas tinggi yang paling penting adalah Zambia, terutama pada tahun 1980-an dan awal 1990-an. Amethyst Zambia dihargai karena warnanya yang dalam dan lembut seperti beludru, dengan nuansa merah dan biru yang kuat. Namun, bahan ini sering mengandung inklusi yang signifikan, sehingga memerlukan pemotongan yang terampil dan pengangkatan bagian yang cacat dengan hati-hati. Produksi dari sumber ini menurun secara tajam setelah pertengahan 1990-an.
Brasil telah lama menjadi produsen amethyst terbesar di dunia, lebih dikenal karena kuantitas dan ukuran kristalnya daripada warna yang konsisten dan berkualitas tinggi. Sumber utama amethyst di Brasil meliputi Rio Grande do Sul, Bahia, dan Marabá. Brasil juga unik dalam memproduksi amethyst pink, bahan dua warna, dan batu ungu yang sangat jernih yang jarang ditemukan di tempat lain.
Setelah produksi amethyst di Zambia menurun, Uruguay muncul sebagai sumber yang penting. Amethyst Uruguay dikenal karena struktur kristal yang unggul, kejernihan tinggi, dan warna yang pekat, menjadikannya sangat menarik bagi pemotong permata. Bentuk kristal yang kuat sering menghasilkan batu dengan warna yang dalam dan kilauan yang luar biasa.
Bolivia terkenal dengan ametrine, sejenis kuarsa alami dua warna yang menggabungkan amethyst ungu dengan citrine emas dalam satu kristal. Meskipun Bolivia juga memproduksi batu amethyst murni, warnanya umumnya lebih terang dibandingkan dengan bahan dari sumber utama lainnya.
Amerika Utara menghasilkan jumlah amethyst yang terbatas, dengan cadangan yang signifikan di Thunder Bay, Kanada, dan tambang Four Peaks di Arizona. Cadangan yang lebih kecil juga ditemukan di Colorado dan Maine. Namun, Madagaskar dianggap oleh banyak ahli permata berpengalaman sebagai salah satu sumber terbaik, menghasilkan amethyst dengan warna ungu gelap dan kilauan sekunder merah dan biru yang intens, serta saturasi warna yang luar biasa.
Penjelasan Penilaian Amethyst
Penilaian amethyst berfokus terutama pada warna dan kejernihan, bukan pada berat karat, karena kedua faktor ini memiliki pengaruh terbesar terhadap penampilan dan nilai batu permata tersebut.
Cara Menilai Kejernihan Amethyst
Kejernihan amethyst dinilai dengan mengevaluasi keberadaan, ukuran, dan visibilitas inklusi internal serta fitur yang mencapai permukaan. Amethyst berkualitas tinggi umumnya dianggap “eye-clean”, artinya tidak ada inklusi yang terlihat dengan mata telanjang saat batu tersebut dilihat dari atas dalam kondisi pencahayaan normal. Inklusi umum pada amethyst dapat mencakup kristal kecil, retakan samar, zona warna, atau pertumbuhan mineral berbentuk jarum, yang semuanya merupakan karakteristik alami kuarsa. Batu dengan inklusi yang lebih sedikit dan kurang terlihat memungkinkan cahaya melewati dengan lebih bebas, menghasilkan kilauan yang lebih baik dan penampilan keseluruhan yang lebih baik. Meskipun inklusi minor umumnya dapat diterima pada amethyst, terutama pada batu yang lebih besar, inklusi yang mudah terlihat, mengganggu transparansi, atau melemahkan ketahanan akan menurunkan peringkat kejernihan dan nilai keseluruhan batu permata.
Termasuk:







Grafik Penilaian Amethyst
AAAA – Amethyst berkualitas tinggi dengan warna ungu gelap dan pekat serta kejernihan yang sangat baik; tidak terdapat inklusi yang terlihat dengan mata telanjang.
AAA – Batu berkualitas tinggi dengan warna ungu sedang hingga gelap dan sedikit inklusi.
AA – Ungu sedang dengan inklusi yang lebih terlihat; masih menarik tetapi kurang intens dibandingkan dengan grade yang lebih tinggi.
A–B – Warna yang lebih terang atau tidak merata dengan inklusi yang terlihat; sering digunakan dalam manik-manik atau perhiasan yang kurang formal.

Amethyst: Arti, Simbolisme, dan Signifikansi Batu Kelahiran
Amethyst telah dihormati di berbagai budaya selama ribuan tahun, dihargai tidak hanya karena warna ungu yang memukau tetapi juga karena makna simbolisnya yang mendalam. Dari legenda kuno hingga tren kesehatan modern, batu permata ini tetap menjadi salah satu permata paling legendaris dalam sejarah.
Legenda Kesadaran
Nama “amethyst” berasal dari kata Yunani kuno Amethystos, yang secara harfiah berarti “tidak mabuk.” Etimologi ini mencerminkan keyakinan awal bahwa batu tersebut memiliki kekuatan untuk mencegah mabuk dan menanamkan rasa kejernihan mental. Untuk memanfaatkan perlindungan ini, orang Yunani dan Romawi kuno sering membuat wadah minum dari amethyst, berharap batu tersebut dapat menangkis efek fisik dan kognitif dari konsumsi anggur berlebihan.
Warisan Spiritual dan Kerajaan
Selain kaitannya dengan kesederhanaan, amethyst telah lama menjadi simbol makna spiritual dan perlindungan:
- Eropa Abad Pertengahan: Batu itu menjadi simbol kemurnian, kerendahan hati, dan kedamaian batin.
- Penggunaan Gerejawi: Karena warnanya yang ungu melambangkan kesetiaan spiritual, batu ini sering digunakan sebagai hiasan pada cincin uskup dan rosario.
- Royalti: Warnanya yang langka—dulu salah satu pewarna termahal untuk diproduksi—membuatnya menjadi favorit di kalangan raja-raja, melambangkan kekuasaan dan hubungan suci dengan yang ilahi.
Batu Kelahiran Bulan Februari
Amethyst secara luas diakui sebagai batu kelahiran resmi untuk bulan Februari. Tradisi ini berkembang dari kebiasaan kuno yang mengaitkan batu permata tertentu dengan bulan-bulan dalam setahun, sebuah praktik yang berakar pada teks-teks keagamaan dan kemudian distandarkan menjadi kalender batu permata modern.
Hari ini, memberikan amethyst kepada mereka yang lahir pada bulan Februari bukanlah sekadar gestur yang indah; ia berfungsi sebagai jimat untuk keseimbangan, kejernihan, dan pertumbuhan spiritual.
Warisan Abadi
Di era modern, daya tarik amethyst tetap tak tergoyahkan. Meskipun masih dihargai karena keanggunan estetikanya, amethyst terus dicari sebagai batu permata yang melambangkan harmoni mental dan perlindungan. Baik dikenakan sebagai pernyataan mode maupun disimpan sebagai alat spiritual, amethyst tetap menjadi simbol yang kuat dari pikiran yang tenang dan seimbang.